Thursday, March 21, 2013

Rambutan Pa...Puh

Yang suka gigit rambutan hati-hati ya…

                                        foto: appetiteforchina.com

Lagi musim rambutan, ya? Pada suka makan rambutan? Pastinya banyak yang suka, wong buahnya manis, kadang ada asem-asemnya, kadang ada yang manis berair, ada yang manis keset. Kalau apes ya dapat kecut… hadeh…makan rambutan apa makan kelek, ya. Hihihi

Perhatikan nggak, kalau di rambutan itu kadang ada putih-putihnya. Itu loh di kulitnya. Nah kalau saya mikirnya itu kapur, atau getah, kalau nggak rumahnya semut. Soalnya khan rambutan banyak semutnya. Tapi apa yang saya duga ternyata salah sodara-sodara!!!

Tadi pagi sewaktu ke pasar saya menemukan fakta yang sangat mengerikan. Eng..ing… eng!
Pas saya sedang melewati penjual rambutan,  ada pemandangan menarik. Saya lihat bok penjual buah itu sedang menumbuk sesuatu di plastik. Warnanya putih, ditumbuk halus.

Saya mikir jorok deh, itu hasil tumbukan bakal dibuat bedak dingin kale ya? Atau mungkin si bok mengkonsumsi narkoba jenis baru (jiahh…Raffi Ahmad sekale). Rasa penasaran ini makin menghantui…saya pun memutuskan untuk macak jadi patung! Jreeenggg. …

Bubuk yang telah halus itu diambil….gerakan slow motion. Lalu dengan gemulai, ditabur di atas rambutan. Sambil mengusir semut yang merubung buah rambutan. Semutnya pada tepar saat itu juga. Luar biasa…Sisa dari tumbukan itu lalu dikembalikan ke dalam kotak kecil yang tertulis…Kapur Semut

Pah..puh ..pah… puh! Looh kok isok seeh ditabur ngono, itu khan berbahaya! Bahan kimia. Apalagi saya punya kebiasaan langsung nyokot aja kalau ngupas rambutan. Iiihh….next hati-hati dah makan rambutan, kalau perlu dicuci dulu dah! Huh…Pah...Puh…Pah…Puh!

Thursday, February 21, 2013

Ayo ...Sarapan



Rahasia Anak Menjadi Pintar Ternyata Cuma Sarapan

foto : by Manda

 Dari kecil sampai jadi emak yang lemu ginuk-ginuk saya terbiasa sarapan. Dulu, biar ibu saya kerja, dan harus berangkat ke kantor setengah tujuh pagi, namanya sarapan selalu tersedia. Menu sarapannya juga tidak sederhana, biasanya masak sup kimlo sama ayam kecap, sayur asem sama empal, plus tempe penyet. Jadi  ibaratnya saya baru buka mata, di meja makan sudah terhidang makanan enak-enak. 

Kebiasaan makan isuk uthuk-uthuk kebawa sampai sekarang, biasanya kalau sudah setengah enam pagi, perut saya sudah kukuruyuk minta makan. Nah, kalau lagi niat, saya masak sendiri, tapi kalau ngga, tinggal ngemil kokokrunch, kemudian lanjut nyari sego pecel…. Teteup! Heheheeh.

Saya baru tahu pentingnya sarapan pas diundang acara Nestle Breakfast Cereals, Pekan Sarapan Nasional (PESAN), 16 Februari 2013 di gerai Carrefour Golden City Surabaya. Acara yang digelar oleh Nestle breakfast Cereals ini mengampanyekan pentingnya kebiasaan sarapan bergizi setiap hari. Suasananya meriah, karena mengundang sekitar 20-an anak sekolah dasar beserta para guru.

Namanya anak-anak,disuruh nunggu untuk makan bareng, haduuh…lucuuu. Ada yang sudah membuka bungkusnya, ada yang ngga sabar pengen segera makan kokokrunch. Kalau saya lebih beruntung, baru datang langsung disodorin satu cup kokokrunch sama susu. Hmmm… yummy bangets, Hihihiahi…doyaaaan jugaa loh!.
Acaranya akrab bangets, Jose Oscar Yu, Country Business Manager Nestle Breakfast Cereals, (Yang pakai T-Shirt Coklat), orang Filipine tinggi besar lebur bersama keceriaan anak-anak. Padahal dia pakai bahasa Inggris. Kata Pak Jose, Indonesia adalah Negara pertama di Asia, digelarnya acara Pekan Sarapan Nasional, karena sejalan dengan misi Nestlé Indonesia dalam turut mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat.

Fakta pentingnya sarapan juga diungkap oleh Prof. Sri Kardjati (persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia [PDGMI] Surabaya. Yang pakai baju putih sebelah Pak Jose.

Dari hasil penelitian, anak yang sarapan nilai IPA dan Matematikanya lebih baik dari anak yang tidak sarapan!

Tapi sayangnya,  kata Prof Sri, dari hasil penelitian, hampir 40 persen anak Indonesia tidak sarapan. Hayooo….anaknya siapa nih?

Nah, ibu-ibu, sarapan itu banyak manfaatnya, selain mendorong anak lebih cerdas, dan berprestasi, dengan sarapan juga menghindari anak jajan sembarangan, apalagi sekarang lagi rame-ramenya borax dan pewarna tekstil. Jangan bilang nggak sempet deh, khan ada kokokrunch, sarapan paling praktissss dan bergizi. Tuiing...

Sunday, January 27, 2013

Ayam Kluwek Hoax


Kabar saya baik-baik saja! Hehehee…ini gara-gara ada yang kirim email, bilang, “Mbak Mendol nggak kena stroke khan? Soalnya blognya ngga pernah up-date!”
 
Duh, tega bener. Mbok jangan didoain yang jelek-jelek gitu. Yo didoain, “Semoga Mbak Mendol bisa menurunkan berat badan 40 kilo, atau semoga Mbak Mendol tetap sehat, dan gajinya naik lima kali lipat. Amiiiinnnnnn!”

Allhamdulilah  kegiatan saya masih liputan makanan sering juga diundang  liputan Geje, alias Gak Jelas! Seperti pas dapat undangan liputan Ayam Kluwek, dari sebuah resto di daerah HR Muhammad. 



                                             Foto: Anton  
Denger dari namanya saja, kebayang pastinya,  pasti bentuknya item gosong, kayak Anton! Hahaahaha! Atau ayamnya berkuah seperti rawon! Hadeh…jadi Soto Ayam Ambon, donk!
Atau ayamnya dimasak a la bumbu bali, tapi lombok besarnya diganti kluwek! 


Nunggunya lumayan lama juga. Soalnya, menunya baru dimasakin, dan belum ready karena promonya baru bulan depan. Jadi karena ngundang  saya, dibuatin deh. Akhirnya… setelah menghabiskan satu porsi steak, sepiring kentang goreng, plus pudding mangga. Datanglah menunya. 

Hmm.. bentar-bentar. Tampilannya cantik, nasi yang dicetak bundar ditambah sayuran. Dipojoknya ada kulit kluwek. Yang di dalamnya ada cacahan daging ayam. Pas saya cuil dagingnya, warnanya kecoklatan, dan ngga ada item-itemnya.

Lalu saya mulai mencium aromanya. Hmm… minus aroma kluwek! Nih yang masak pinter, apa kelewat pelit pake kluweknya? *membatin. 

Lalu adegan yang paling fenomenal saat daging ayam ini saya iris dengan penuh ketelitian, diukur dengan lebar mulut saya. Agar saya bisa menikmatinya maksimal! Hehehe…
Loh ….kok tidak ada rasa kluweknya blasss! Oh ..My God * Apakah indera pengecap kluwek saya sudah hilang. Kok saya tidak menemukan sensasi kluweknya! girab..girab

Adegan ini saya ulangi lagi, kali ini diameter dagingnya lebih besar lagi. Agar lebih khusyuk, saya makan sambil memejamkan mata. Khawatirnya kalau liat Anton, nafsu makan makan saya hilang! Hoeekk.  Ternyata …memang tidak ada rasa kluweknya!
Duh gusti… jangan sampai indera pengecap kluwek saya hilang, saya masih suka makan rawooon! histeris jambak rambut

  “Hmm.. chef? Kluweknya di sebelah mana yah?”

“Kluweknya itu..kulit luar yang keras itu!” katanya sambil nunjuk rumah kluwek.

 “Maksutnya, cuma cangkangnya doank. Isinya ngga dipake!”

“Iya, jadi ayamnya yang sudah dibumbu, digoreng terus dimasukan ke dalam kulitnya. Dan  taraaaaaaa…jadilah Ayam Kluwek!”

Huahhhhh…. Sujud syukur! Soalnya indera pengecap kluwek saya ngga jadi ilang! 

Di satu sisi, bener-bener jenius nih chefnya, kasih judul Ayam Kluwek! Bukannya, "Ayam Goreng Di Cangkang Kluwek!" Halah panjang amirrrr. Saya makan sambil gondok! Soale jauh amattt sama ekspetasi saya. Mana daging ayamnya sak uprit. Hidih mana nendang buat princess fiona!

Oh yah..kabar terakhir resto ini tutup. Saya jadi mikir..jangan-jangan menu ini mengecewakan club penggemar kluwek! Hehehe… wis embohlah!!!

 Nb: Foto di atas bukan yang sebenarnya.

Friday, October 05, 2012

Big is Beautiful


Halooo ....
Bosan bolak balik ke sini tapi ngga up date ya....Maaf! Sementara nikmati yang ini dulu, ya.



Uhmm.. tahun 2012 ini buat saya Luar Biasa. Sejak Januari sampai September, saya mendadak punya profesi "bonus" ini juga yang membuat saya bener-bener menikmati kejutan-kejutan kecil dalam menjalani pekerjaan saya yang mendadak berwarna -warni. 

Kalau saya diminta jadi juri cooking class...itu biasa, disuruh nge MC, sekaligus mbadut itu juga sudah kulino. Lah, bulan April lalu, saya ditawarin jadi juri Big Is Beautiful, Hah! Kalau saya diminta karena saya gendut, itu masuk akal, tapi saya khan ngga beautiful-beautiful bangets, apalagi fashionable!*melet...

Tapi, pihak Kapas Kampung Plaza, bener-bener meminta saya menjadi salah satu jurinya. Dan saya terima tantangan ini. 

Hiii...pas lihat orang lemu-lemu jalan di catwalk. Saya ngakak, sampai sakit perut. Lah gimana, ngga ketawa, itu body di atas 100 kilogram, dengan pedenya  pakai busana tank top, pada pamer lengan gempal, kayak guling. Ada juga yang pake baju press body. Jiaaaah...itu gelambir kemana-mana!

Saya ketawa ngakak sampai keluar air mata, hihiii... pas lagi ketawa, saya dijawil sama ibu-ibu yang nonton.  

"Hadeh..mbak, ketawanya ngga usah keras gitu, wong situ bodynya juga montok!"

Mak klakep. Saya langsung diem. Hu...! 
Saya jadi malu sendiri, ngatain orang tapi ngga ngaca. Ibaratnya, don't judge lemper dari bungkusnya. Kadang kelihatan tebel, tapi isinya dikit. Jiaaaahhh......

Soalnya, biar ukurannya big, mereka luar biasa.Dan mereka, benar-benar serius ketika mengikuti kontes ini, bahkan pas berjalan di catwalk mereka itu ngga cengengesan, tapi yang lihat pada ketawa ngakak *termasuk saya, hadeh!

Saya jadi ingat pengalaman jalan-jalan di mal. Pas itu depan saya, ada pasangan yang ngeliat saya sambil ketawa-ketawa sambil ditahan. Persis di sebelah saya, si cowok bisik -bisik ke ceweknya.


"Awas ya, kalau dah nikah kamu jangan gendut kayak orang itu!" katanya sambil nuding saya.

Wah... untung saya masih diparingi sabar, pengennya langsung smack down, tapi khawatirnya ntar pada dibilang, Sudah Gendut, Ngamukan Maneh!*macak Hulk wedok.


Yo wis, saya cuma bisa sabar. Khan, orang sabar bodynya lebar ! Hihihi...

Friday, July 27, 2012

Dim Sum Maut

Saya dan Anton dapat tugas liputan dim sum paling enak di Surabaya. 
Jatahnya dalam seminggu minimal 5 penjual harus didatangin. Jadi kira-kira 3 minggu ada 15 resto dim sum yang harus dicoba. *jingkrak-jingkrak 
Seperti biasa, saya mulai menge-list sasaran liputan. 

Yang pertama diingat Orchid Dim Sum punya Garden Hotel. Kami memilih makan di restonya Ming Court.Dari semua menu, ada satu menu baru unik dan jadi favorit, yaitu Udang Goreng Tebu. 
Udang ditusuk sama tebu dicocol dengan saus asam manis. Nah tebunya juga bisa dimakan.Kata Anton, enaaaaaaakk! Biasa khan kalau udang saya selalu skip! Hiks…
Selanjutnya, ke Lan Hua Chinese Restaurant, di Mercure Grand Mirama. Gile… di sini ada 226 macam pilihan dim sum! Yang saya suka tuh..Egg tartnya. Duh, pie mungil dengan custard filling ini membuat saya jatuh hati.. sampai tiga basket saya habisin sendiri. Hehehe.. 

                                            foto dim sum by : Anton
Pastinya, banyak yang tanya. Halal ngga sih? Mereka sangat fair kok, setiap saya nanya halal nggak? Mereka bilang menunya tidak semua halal, tapi dipisah. Ada loh kejadian, pas itu saya makan rame-rame, ke Fu Yuan, ada Anton, Dukut, dan si Edu, anak magang dari Petra.
Sejak awal, saya bilang kalau minta yang halal. Berhubung Edu non muslim, dia memilih dim sum pork, ketika Edu mengambil Xio Long Pao. Waitersnya lari tergopoh-gopoh ke meja saya, “Bu, maaf. Yang itu tidak halal!” katanya menujuk basket yang diambil Edu.
Rupanya, dipikir saya yang makan. Saya berterimakasih karena si waiters ini baik bener mengingatkan.

Sistemnya all u can eat, bikin Anton serakah. Jadi langsung main ambil aja,kira-kira ada 10 basket.Alasan Anton, biar nggak bolak-balik ambil! Nah, cilakanya, kita baru tahu, ada aturan, kalau makan tidak habis maka per piecenya dikenakan denda Rp 3 ribu. 

 
Kekhawatiran saya akhirnya terjadi juga, Anton, bener-bener sudah ngga kuat makan, padahal di mejanya masih ada satu mangkok nasi goreng, dan tiga basket. Sedangkan kondisi kami bertiga juga kenyang. Anton ngaku nyerah, dan ngga sanggup menghabiskan. Dia lalu mengeluarkan rayuan mautnya ke saya. 

 “Mbak Mendol…tolong po’o habisno.Pleasee yo, Mbak!” Anton ini tau bangets kebiasaan saya yang nggak mentolo liat makanan nganggur. 

“Doookah, ton! Kok aku? Yang laen, ae!
“Mbak, perutnya sampeyan khan lebar, pasti cukuplah buat nasi goreng sama bakso tiga basket!”  Asemmm…Anton iki. 

Huahhhhh…..pasti sudah ketebak, saya akhirnya menuntaskan pekerjaan itu, kejamnya tiap kali saya kelihatan eneg kekenyangan, mereka malah sorak-sorak untuk ngasih semangat! 

“Ayo..ayo!Nggiling terus, Mbak!” kata Anton semangat  

Teganya lagi, beberapa orang di meja sebelah juga ikut-ikutan ngasih semangat. Hadeh ..emang lomba tujuhbelasan!*Ngeblak

Friday, July 06, 2012

Tukang Service? Hikss...


                                          Bandar Jakarta - Foto ; Manda La Mendol

Sekali-sekali cerita pas tugas di luar kota, ya…

Kantor saya dapat undangan dari Toshiba. Dan tugas itu jatuh ke saya. Jadi selama di Jakarta, akomodasi dan transportasi ditanggung Toshiba.

Sampai di hotel, kaget juga, karena yang diundang adalah perwakilan media dari seluruh Indonesia, total wartawan yang datang dari seluruh tanah air ada  80 orang.
(Ini di luar Jakarta, soalnya yang dari Jakarta tidak pakai menginap) 

Malamnya, dengan menggunakan tiga bus, kami diajak ke Bandar Jakarta.Sayang, waktunya habis di jalan, gara-gara kena macet. Jadi, pas di Bandar Jakarta sudah loyo dan nafsu makan berkurang… *ih..bohong bangets, ya!

Saya pun banyak kenalan dengan teman-teman baru. Ada, Mas Didik dari Harian Joglo Semar, dari Semarang, yang rumahnya di Surabaya, hanya selisih satu gang dari rumah saya. *Haiyaaaa…  Lalu ada Fanny dari Cirebon, dia suka marah kalau saya panggil Tahu Gejrot!  Hehehehehe….


Nah, pas di bus, ada cerita lucu juga.  Teman sebelah saya, namanya Eko, dari Palembang. Saya langsung ngajak ngobrol pakai bahasa Suroboyoan. Hampir setengah jam saya ngobrol, dia cuman manthuk-manthuk. “Manda, kamu bicara apa? Aku tidak ngerti,” katanya bingung.  Yeee….jadi dari tadi saya ngomong dewe ya!



Banyak kejadian berkesan dan sedikit memalukan. Seperti pas dapat jatah baju dari Toshiba. Ukuran paling besar XL,  jelaslah ngga cukup. 

Tapi panitia meminta untuk dipakai. Yo wislah, saya pakai kaos, trus dobelin pakai kemeja Toshiba. *Berasa seperti lepet yang meledak. 
 Usai acaral launching  Regza RZ1 ini di hotel Pullmaan Central Park. Panitia langsung menjemput peserta untuk di antar ke bandara. Di Bandara, ada seorang bapak yang nyamperin saya.                                  
“Mbak… tukang servis kulkas, ya? “ katanya dengan nada yakin.

“Bukan tukang servis, saya ini Kulkas Empat Pintu!” njawab sambil cemberut.

“Ha..ha..becanda, mbak. Jangan marah, ya!” kata si bapak, nggak kuat menahan tawa.  

Rada heran juga, saya ber-enam pakai seragam Toshiba semua. Dan yang dikira tukang service, kok saya doank! Kata teman saya, karena badan saya yang paling gede, cocok jadi ikon produk  Toshiba. Hiii… emang saya frezzer! *ngamuk ngerokoti mejo!.
 
Btw, sukses buat  Regza RZ1, glasses-less 3D TV.
Terimakasih atas Undangannya. :)

Saturday, June 16, 2012

Tom Yam # 1


Ini jelas bukan versi Saya, tapi ternyata ada kejuaraan Tom Yam kelas dunia

Bukannya sombong ya, sekarang dalam seminggu saya bisa 7 kali ke Sutos. Bahkan pernah sehari bisa 3 kali ke Sutos.  

Hadeh...ini tentu ada sebabnya, pertama di Sutos ada program lunch diskon 50 persen. Lah, kantor saya itu khan duueeket sekali sama Sutos, akhirnya sering makan siang di sana. Yah, semenjak ransum makan siang di kantor dihentikan sepihak oleh katering, jadilah kita kalau jam makan siang keleleran di Sutos. *mbrebes mili liat dompet

Kedua, sekarang majalah saya ada 4 halaman dikapling sama APKRINDO, itu loh Assosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia. Allhamdulilah bangets, ternyata halaman kulinernya laris, jadilah saya sering bergentayangan dari resto, kafe, pub sampai rumah makan yang ada di Sutos, untuk memenuhi undangan mereka. *hiya...makin lebarlah peyut penanggung jawab rubriknya.

Seperti biasa, saya  pastinya sama Anton, kalo liputan. Dan itu, mbak-mbak di TLC, mas-mas di Savory Resto, sampai hafal, karena seringnya saya ke Sutos sama si Anton. *nyepak Anton ke Lumpur Lapindo.


                                                  foto: Manda La Mendol

Sampai akhirnya kami terdampar di Black Canyon Coffee.Undangan dari Mbak Ovy, tentunya sangat menyenangkan hati, dan menggoda peyut one pack ini.Pertama datang langsung disapa sambutan a`la Thailand "Sawas dee Krap" atau selamat datang. 
Lalu  atraksi Latte Art. Seni tingkat tinggi dalam menghias kopi, yaitu teknik Etching,  dengan tambahan, bubuk kopi, coklat dan sebagainya. Jadilah gambar cantik, yang sedang trend, yaitu Angry Birds. *Lucuu... jadi pengen ngetapel....tuingggg.  

Sesudah makan steak yang gedenya sak lawang, saya disuguhi Tom Yam. Weitsss, ini tom yam bukan sembarangan, sebab kata Mbak Ovy, ini Tom Yam nomor satu dunia. Woooow. Eh, ada sertifikatnya loh, karena resep Tom Yum meraih juara 1 dalam kompetisi Tom Yum tingkat internasional yang diselenggarakan di Thailand. 


                                                               Foto : Manda La Mendol

Tampilannya seger, ada udangnya yang mlungker, dan daun jeruk seger nangkring, kuahnya ada semburat warna merah. Tapi untuk menu ini, saya nyerah deh, karena kaldunya ada udangnya, trus udangnya juga banyak. Lah, saya khan alergi. Yah, pasti tahulah siapa y ang paling senang atas penderitaan saya.Yupppp....betul si ANTON!!!. 
Arek Ponorogo, yang rumahnya dekat gang sate ini lonjak-lonjak begitu melihat saya mengkeret lihat udang yang pathing mencotot. "Asyik...Mbak Mendol nggak isok makan. Ya sudahlah, Mbak hadapilah tembokmu!" kata Anton sambil  jedotin saya ke tembok. *Mayakkk ....!!!!

Black Canyon Coffee
Sutos